Jun 13
TIGA nako atawa narapidana korupsi sedang menjalani hukuman di bui. Suatu sore yang senggang, di tengah obrolan yang sering tidak berkeruncingan alias tak tentu arah, tiba-tiba Koruptor I berseru: “Hayo, sekarang kita taruhan soal ingatan.” Usianya sekitar 50-an tahun.
“Judi model apa lagi tuh?” tanya Koruptor II yang berumur 60-an.
Continue reading »
written by matkodak
May 25
SUATU sore di sebuah paktek dokter jiwa, datang seorang nyonya cantik. Dalam daftar nama pasien, namanya tertulis Nyonya Anu… — dan orang paham itu nama orang yang lagi getol obral janji di arena pilek, eh pileg.
Menurut kabar terakhir, dia gagal. Padahal modal tampil sudah ludes milyaran — dan sebagian pinjam kiri-kanan. Selama menunggu giliran, sang nyonya hanya duduk diam di pojok. Tiba waktunya ketemu dokter, segera saja dia teriak: “Gawat, dokter! Anda harus segera tolong suami saya. Dia selalu bilang bahwa dia itu ayam.” Continue reading »
written by matkodak
May 07
BARU satu alinea saya menulis, tiba-tiba kursi bergoyang. “Oalah, ente, Mat,” hanya itu yang bisa saya ucapkan, dan menunda omelan karena sobat ini datang tanpa uluk-salam lagi. Juga lain dari biasanya, kali ini wajah Mat Gawat kusut masai. Ada apa gerangan?
“Huhh…, mumet,” dia bilang, sembari mengempaskan diri di kursi. “Pilek sekarang gawat, bisa berkibat maut,” katanya lagi. Dan ketika disodori rokok, lagi-lagi dia melenguh.
“Pilek maut? Apa keluarga kau ada yang kena flu Singapura, eh flu Meksiko, atawa flu babi?”
Continue reading »
written by matkodak
\\ tags: grass roots; grass widow' grass widower; pilek; tali termahal; Rp 2 milyar;
Mar 28
PERAGAT teknologi komunikasi hari ini begitu terbilang sempurna. Segala urusan bisa selesai dalam sekejap mata, sekali pun rundingan berlangsung dari jarak berjauhan. Kebiasaan bikin pertemuan atau rapat secara bermuka-muka — sebagaimana lumrah dilakukan pada abad lampau, kini ditanggulangi dengan fasilitas kamera video pada benda imut itu.
Belum mampu memproduksi sendiri alat pintar serba komputer, mungkin boleh disebut ketertinggalan sekian ribu langkah. Tapi cuma memakainya secara tepat-guna pun masih tidak paham, sungguh satu kemalangan tersendiri. Para bos berebut beli alat komunikasi paling gres, lantaran mitra bisnisnya baru saja beli barang itu. Selebihnya, dia sudah bangga ketika ada anak buahnya berdecak kagum melihat si imut pintar itu. Continue reading »
written by matkodak
Feb 27
“Negeri Serumpun” punya bisnis serupa tetap berdampingan secara damai dan maju untuk makmur bersama. Teknologi mutakhir multimeda mungkin jadi sebagian solusi carut-marutnya situasi Jakarta.
PUKUL 07:00 waktu setempat, atau pukul 13:00 waktu Indonesia bagian barat. Pada pagi musim salju di bulan Februari, wajah rembulan sama cemerlangnya dengan lampu merkuri di jalan raya Kiruna. Kota yang memakai nama sejenis burung ini terletak di bilangan utara Swedia, satu jam setengah terbang dari ibukota (Stockholm). Jika terbang satu jam lagi, kita akan sampai di Greenland, pulau es di ubun-ubun bola dunia.
Semalam suhu berkisar 20 derajat Celsius di bawah nol. Pagi ini — meski matahari terik, masih 10 derajat di bawah nol. Buat orang dari negeri tropis, perubahan cuaca mendadak yang begitu tajam, sungguh terasa amat mencucuk. Kulit muka rasanya bagai tersayat kena sapuan angin mahadingin itu. Bibir pun retak-retak, meski diolesi lipstik pelembab. Begitu pula ujung hidung yang sudah dioles minyak zaitun, tetap saja terkelupas. Continue reading »
written by matkodak
\\ tags: ; Cap Tuan; Bluetooth; bos; dasi, Greenland; Jonas; Dewi;, Kiruna
Feb 27
NERO, nama anak muda itu, sah sudah menduduki kursi bos di perusahaan pemberian bapak mertuanya. Tadinya dia enggan menerima tugas itu, karena kawan-kawannya pernah mengolok-olok: “Wah, Ne, kamu pendukung nepotisme, dong…” Dan guyonan itu sempat disebutnya kepada sang mertua. Tentu saja orang tua itu melotot.
“Hei, anak muda! Percuma aku ongkosi kamu studi jauh-jauh ke seberang. Coba buka lagi itu kamus,” ujar mertuanya. “Nepotisme memang seperti yang kejadian pada kamu. Dapat kerja karena dikasi mertua sendiri, di mana letak dosanya? Aku jamin ini usaha legal dan halal. Sudah, nggak perlu kamu dengar itu orang-orang usil.”
Ceritanya, Nero pun mulai berkantor di sebuah gedung baru dengan perabot serba wah. Sesuai pesan bapak, maka Nero sudah datang sebelum pegawai lain hadir. Dia mulai latihan duduk di kursi putar yang empuk, dengan sandaran tinggi. Sejenak dia mengelus-elus pesawat telepon, dia melihat ke luar, eh ada orang berdasi turun dari mobil. Continue reading »
written by matkodak
\\ tags: undang-undang bos;
Feb 24
RIBUAN tamu yang menghadiri pesta pernikahan Jack dan Jacky, sepakat mengomentari bahwa pasangan mempelai sungguh dua anak manusia yang saling mencintai. Jack seorang arsitek yang sukses, sementara Jacky sedang naik daun sebagai ahli hukum. Menjelang bulan kedua perkawinan mereka, Jacky pun merasa tepat waktunya menyampaikan semacam prinsip hidup berumah tangga yang aman secara hukum.
“Darling,” bisiknya, pada suatu malam menjelang tidur. “Aku ingin sekali pernikahakn kita ini langgeng.”
“Hm? Ya, dong, sayang,” sahut Jack yang mulai lelap-lelap ayam. “Bukan sekadar sampai nenek dan kakek, tapi sampai akhir hayat…”
Jacky lalu menjawil Jack untuk bangun. “Kalau begitu, mari kita bicarakan…” Continue reading »
written by matkodak
\\ tags: anugerah, cerai, jodoh, pilihan
Feb 05
SEKAWANAN kerbau sedang leha-leha berendam di lumpur. Ada kubangan kerbau di kota, kok heran? Kan ada kota yang sudah dibikin megah, belakangan ini bersalin rupa jadi “kolam renang terbesar” di dunia. Nah, sejenak genangan itu surut, ya jadilah ada kubangan tempat kerbau berkumpul. Begitu asyik bercengkerama, sampai mereka tidak mendengar ada yang memanggil-manggil dari pinggir kubangan.
Suara itu berasal dari seekor tikus yang sejak tadi bersorak, sembari tertatih-tatih mengitari tepi kubangan. Si tikus akhirnya menemukan megaphone alias alat pembesar suara untuk berteriak. “Hoooi…, kawanan kebo!” serunya. Seekor kerbau yang agak dekat pinggiran, mendengar dan menoleh. “Eh, kamu, Tik…, ada apa teriak pakai pengeras suara segala?”
“Coba dengar, Bo, aku perintahkan kalian segera keluar dari lumpur ini, cepat!” ujar si tikus. Continue reading »
written by matkodak
\\ tags: kubangan; kebo; luluk; sungu