Dec 29
SESUAI pakemnya, penanggalan tahun 20:10 sama persis dengan tahun 20:21, 20:27, 20:38, 20:49, 20:55, 20:66, 20:77, 20:83, 20:94, 21:00. Dan sesuai pakemnya pula, masa depan ditentukan oleh perilaku serta tindak-langkah hari ini, kini — detik ini.
Kalender dinding menggelinding tahun demi tahun, namun manusia sering luput menghayati pengalaman hidup pada tiap tahun yang dijalani. Memang, banyak yang mampu beli komputer berkapasitas memori luar biasa hebat. Tapi lebih banyak yang alpa merawat memori pribadi — menjadikan pengalaman sebagai guru terbaik dalam kehidupan.
Continue reading »
written by matkodak
Dec 24
Minyak kelapa luas digunakan penduduk Asia Pasifik sebagai obat tradisional, selama ribuan tahun. Opini bengkok pernah menudingnya sebagai biang penyakit. Namun ilmu kesehatan moderen kini menggali kembali rahasia kekuatan kelapa untuk penyembuhan yang menakjubkan.
INGAT lagu terkenal “Rayuan Pulau Kelapa” yang digubah Ismail Marzuki. Sentana kita mendengarnya tatkala berada di luar negeri, niscaya batin tergugah: antara haru dan bangga terhadap Ibu Pertiwi — negeri kepulauan yang kaya dengan pohon kelapa. Inilah jenis pohon yang tiada duanya dalam hal manfaat bagi kehidupan manusia (lihat juga: Pohon Tiada Tandingan).
Continue reading »
written by matkodak
\\ tags: opini bengkok, raja kelana, sumber gizi
Nov 23
HARI berganti hari, minggu berbilang minggu, sampai lewat tiga bulan Mat Gawat raib bagai ditelan bumi. Pekan lampau, sempat mencogok secuil sms dari dia. “Aku telanjur jadi penggemar lipan, eh.. keterusan.. sekarang lagi kos di rumah sakit.” Wah!
Baru kali ini sepanjang umurnya Mat Gawat mau berurusan dengan dokter, dan masuk rumah sakit pula. Kita pun buru-buru menjenguknya. Gawat, tentunya. Pas kita datang, dia sedang bercengkerama dengan cucunya di teras kamar perawatan.
“Eh, Mat, ente keracunan lipan, ya?” saya bertanya. “Nggak pernah kejadian ente sampai jadi urusan dokter kayak gini…”
Mat Gawat terbahak. “Ah, sorry, Bung. Aku lupa kau nggak doyan akronim. Lipan itu singkatan libur panjang, ha..ha..ha..” Continue reading »
written by matkodak
\\ tags: lipan; flu hantu; keropos otak
Oct 31
PADA zaman serba komersial dewasa ini, orang memang gampang hanyut untuk urusan sejengkal seputar perut. Di tengah situasi negeri yang carut-marut kini, kiranya profesi kewartawanan wajib dijaga agar tidak latah menjadi keriput. Sebab dalam sejarah dunia kewartawanan, profesi ini pernah dinobatkan sebagai satu di antara pilar-pilar peradaban. Continue reading »
written by matkodak
\\ tags: pilar peradaban; otokritik; mediasaurus;
Jun 13
TIGA nako atawa narapidana korupsi sedang menjalani hukuman di bui. Suatu sore yang senggang, di tengah obrolan yang sering tidak berkeruncingan alias tak tentu arah, tiba-tiba Koruptor I berseru: “Hayo, sekarang kita taruhan soal ingatan.” Usianya sekitar 50-an tahun.
“Judi model apa lagi tuh?” tanya Koruptor II yang berumur 60-an.
Continue reading »
written by matkodak
May 25
SUATU sore di sebuah paktek dokter jiwa, datang seorang nyonya cantik. Dalam daftar nama pasien, namanya tertulis Nyonya Anu… — dan orang paham itu nama orang yang lagi getol obral janji di arena pilek, eh pileg.
Menurut kabar terakhir, dia gagal. Padahal modal tampil sudah ludes milyaran — dan sebagian pinjam kiri-kanan. Selama menunggu giliran, sang nyonya hanya duduk diam di pojok. Tiba waktunya ketemu dokter, segera saja dia teriak: “Gawat, dokter! Anda harus segera tolong suami saya. Dia selalu bilang bahwa dia itu ayam.” Continue reading »
written by matkodak
May 07
BARU satu alinea saya menulis, tiba-tiba kursi bergoyang. “Oalah, ente, Mat,” hanya itu yang bisa saya ucapkan, dan menunda omelan karena sobat ini datang tanpa uluk-salam lagi. Juga lain dari biasanya, kali ini wajah Mat Gawat kusut masai. Ada apa gerangan?
“Huhh…, mumet,” dia bilang, sembari mengempaskan diri di kursi. “Pilek sekarang gawat, bisa berkibat maut,” katanya lagi. Dan ketika disodori rokok, lagi-lagi dia melenguh.
“Pilek maut? Apa keluarga kau ada yang kena flu Singapura, eh flu Meksiko, atawa flu babi?”
Continue reading »
written by matkodak
\\ tags: grass roots; grass widow' grass widower; pilek; tali termahal; Rp 2 milyar;
Mar 28
PERAGAT teknologi komunikasi hari ini begitu terbilang sempurna. Segala urusan bisa selesai dalam sekejap mata, sekali pun rundingan berlangsung dari jarak berjauhan. Kebiasaan bikin pertemuan atau rapat secara bermuka-muka — sebagaimana lumrah dilakukan pada abad lampau, kini ditanggulangi dengan fasilitas kamera video pada benda imut itu.
Belum mampu memproduksi sendiri alat pintar serba komputer, mungkin boleh disebut ketertinggalan sekian ribu langkah. Tapi cuma memakainya secara tepat-guna pun masih tidak paham, sungguh satu kemalangan tersendiri. Para bos berebut beli alat komunikasi paling gres, lantaran mitra bisnisnya baru saja beli barang itu. Selebihnya, dia sudah bangga ketika ada anak buahnya berdecak kagum melihat si imut pintar itu. Continue reading »
written by matkodak