Kalibataku versi Abad 21 Salim Usia 100 Tahun Masih Berapi
Sep 10

AYAM merokok, boleh jadi banyak yang belum tahu. Atau bahkan jangan-jangan anda pun belum tahu bahwa ayam juga punya kepala. Ini pernah kejadian di Amerika. Gara-gara tahunya cuma ayam yang sudah dipajang di lemari pendingin super-market, anak-anak lalu dibawa ke peternakan ayam. Nah, manusia juga merokok — mirip dengan ayam, mulanya untuk menghangatkan tubuh, eh ….. lama-lama kecanduan.

Empat Manfaat Rokok
ROKOK bermanfaat? Jangan sewot dulu, dong. Apa lagi cari-cari gawe mau bikin larangan merokok. Kalau memang mau dunia ini bersih dari asap rokok, jangan cuma melarang orang merokok. Tapi langsung saja tutup semua pabrik rokok. Berani? Dijamin tak ada yang bernyali membubarkan ya pabrik rokok, ya pabrik minuman beralkohol.

Itulah manfaat pertama rokok. Yaitu, pajaknya sampai puluhan trilyun rupiah mengisi kocek negara, Manfaat kedua, berdasarkan hitungan gaya warung kopi, yakni rumah menjadi aman. Sebab orang perokok pasti sering terbatuk-batuk. Mendengar penghuni rumah masih batuk di tengah malam, maling pun urung beraksi. Ketiga, orang perokok dijamin tak bakal dikejar anjing.

Kok? Ya, orang perokok biasanya pendek nafas. Begitu dikejar anjing, dia tak kuat lari dan langsung jatuh duduk. Melihat orang terduduk, anjing pun langsung putar haluan karena mengira orang itu bakal memungut batu. Keempat, orang perokok bisa disebut awet muda. Ah! Coba saja dengar nasehat dokter, kalau mau umur panjang stop merokok. Dengan kata lain, orang perokok, katanya, jarang hidup sampai tua. Sampai di mana kebenaran teori ini masih wallahualam.  

Empat Kelompok Perokok
PERTAMA, perokok yang punya rokok dan punya pemantik api. Kelompok kedua, punya rokok tapi sering lupa bawa korek api. Kelompok ketiga, bisa merokok meski modalnya cuma korek api. Kelompok keempat, tetap bisa merokok sekali pun tak pernah beli sendiri.

Denda Rokok Buat Beli Rokok
CERITANYA, maka berlakulah aturan yang melarang orang merokok. Beda dengan berjibun aturan yang cuma memenuhi lemari arsip, urusan anti rokok ini benar-benar dilaksanakan. Beruntun razia menggebrak para perokok, bahkan sampai ke kamar tidur di rumah. Hebat, pokok-e. Mereka yang ketahuan merokok langsung didenda. Hebatnya lagi, di celah razia ada juga denda tak resmi alias pungli. Begitu terima duit, si petugas pun beli rokok….

Tahapan Stop Rokok
MONA dan Susy teman karib sejak sekolah dasar, ketika melanjutkan di perguruan tinggi mereka beda fakultas. Suatu siang, Susy ketemu Mona dan berkata: “Hei, Mon, bagi rokoknya dong.”
“Lho! Gue dengar lo udah berhenti merokok,” kata Mona.
“Iya sih, tapi perlu proses, kan?” sahut Susy. “Naaa.., sekarang lagi tahap satu, nek!”
“Tahap satu, maksud lo?” tanya Mona.
“Iya, baru tahap berhenti beli rokok….”

Rasanya Berhenti Merokok
CARA mangkus untuk stop merokok, ada yang bilang kalau biasanya sehari tiga bungkus, kurangi jadi sebungkus saja. Para perokok berpengalaman bilang, tak ada itu tahap-tahap untuk berhenti merokok. Cara paling cespleng ya berhenti saja: sekarang, detik ini juga.

Mau tahu rasanya berhenti merokok? Ada perasaan kehilangan. Jari-jemari yang biasa mengempit benda bulat kecil itu jadi salah tingkah. Sampai ada yang melukiskan hari-hari pertama berhentik rokok, keadaannya mirip orang masuk sarang nudis … itu tangan tak tahu harus ngapain.

Gugurnya Mitos Rokok
SEORANG kakek duduk di kursi taman sebuah kota dunia. Sendirian, dan asyik kepas-kepus alias menikmati kepulan asap rokoknya. Pas di bangku seberangnya, ada pria tua lain yang juga duduk sorangan, dan sejak tadi mengamati si kakek. Tak tahan juga dia, lalu menyapa: “Tuan perokok hebat, ya. Aku perhatikan you merokok tak ada putusnya. Lokomotif saja ada stasiunnya.”

Kakek yang ditegur melirik si pria tua, lalu menjawab: “Ah, apa hebatnya sih? Aku merokok cuma sebatang-sebatang,kok.”

“He..he..he.., betul juga, eh, ngomong-ngomong you merokok sejak umur berapa?” tanya pria tua itu.

“Wah, aku merokok sejak masih sekolah dasar.”

“Oh, ya?” sambut si pria tua. “Kira-kira you pernah hitung nggak, kalau duit yang dibakar itu ditabung, kan you bisa bikin gedung jangkung, seperti yang ada di depan situ”.

Sang kakek perokok melihat ke arah gedung pencakar langit yang ditunjuk pria tua. Lalu bertanya: “Apa you tahu siapa yang punya gedung itu?”

Pria tua menggeleng. Si kakek menyedot rokoknya dalam-dalam, kemudian berkata: “Itu cuma salah satu gedung yang aku punya….”  
 
Ed Zoelverdi

* Lionmag - the inflight magazine of Lion Air, edisi September 2008.

written by matkodak \\ tags:

One Response to “Romantika Kaum Perokok”

  1. arie krim 04 Says:

    sepakat!!!
    ternyata merokok dapat mengurangi tingkat kriminalitas.
    sebagai contoh :
    1. tidak ada pencuri yang melakukan hobinya (red. mencuri) sambil merokok…
    alasan, karena dapat meninggalkan jejak dan bisa ketauan karena asapnya….
    2. perkelahian dan premanisme akan berkurang bila para pelaku potensialnya adalah perokok…
    alasan, seorang perokok akan merasa saya santai dan relaks saat menghisap rokok, jadi dorongan untuk berbuat agresif berkurang.

    hehehe…

Leave a Reply