TUAN Hakim frustrasi berat — dan lumayan stres — belakangan ini, katanya, bukan lantaran harus pensiun. Tapi gara-gara kejadian kurang sedap yang dialaminya justru menjelang hari-hari terakhir dalam karirnya. Coba saja simak.
Ketika menyidangkan seorang koruptor, Tuan Hakim sampai berkali-kali menegur terdakwa: “Saudara terdakwa tahu hukumannya kalau berbohong?”
Sekian kali sebelumnya ditegur, terdakwa cuma membisu. Tapi sekali ini si koruptor manjawab: “Tahu dan paham sekali, Tuan Hakim. Hukuman bohong kan lebih ringan daripada hukuman untuk koruptor.”
Dapat jawaban itu, Tuan Hakim melotot lalu berkata: “Baikkah, kalau begitu saudara divonis tambahan, selain untuk kasus korupsi juga untuk bohongnya.” Continue reading »