Feb 27
“Negeri Serumpun” punya bisnis serupa tetap berdampingan secara damai dan maju untuk makmur bersama. Teknologi mutakhir multimeda mungkin jadi sebagian solusi carut-marutnya situasi Jakarta.
PUKUL 07:00 waktu setempat, atau pukul 13:00 waktu Indonesia bagian barat. Pada pagi musim salju di bulan Februari, wajah rembulan sama cemerlangnya dengan lampu merkuri di jalan raya Kiruna. Kota yang memakai nama sejenis burung ini terletak di bilangan utara Swedia, satu jam setengah terbang dari ibukota (Stockholm). Jika terbang satu jam lagi, kita akan sampai di Greenland, pulau es di ubun-ubun bola dunia.
Semalam suhu berkisar 20 derajat Celsius di bawah nol. Pagi ini — meski matahari terik, masih 10 derajat di bawah nol. Buat orang dari negeri tropis, perubahan cuaca mendadak yang begitu tajam, sungguh terasa amat mencucuk. Kulit muka rasanya bagai tersayat kena sapuan angin mahadingin itu. Bibir pun retak-retak, meski diolesi lipstik pelembab. Begitu pula ujung hidung yang sudah dioles minyak zaitun, tetap saja terkelupas. Continue reading »
written by matkodak
\\ tags: ; Cap Tuan; Bluetooth; bos; dasi, Greenland; Jonas; Dewi;, Kiruna
Feb 27
NERO, nama anak muda itu, sah sudah menduduki kursi bos di perusahaan pemberian bapak mertuanya. Tadinya dia enggan menerima tugas itu, karena kawan-kawannya pernah mengolok-olok: “Wah, Ne, kamu pendukung nepotisme, dong…” Dan guyonan itu sempat disebutnya kepada sang mertua. Tentu saja orang tua itu melotot.
“Hei, anak muda! Percuma aku ongkosi kamu studi jauh-jauh ke seberang. Coba buka lagi itu kamus,” ujar mertuanya. “Nepotisme memang seperti yang kejadian pada kamu. Dapat kerja karena dikasi mertua sendiri, di mana letak dosanya? Aku jamin ini usaha legal dan halal. Sudah, nggak perlu kamu dengar itu orang-orang usil.”
Ceritanya, Nero pun mulai berkantor di sebuah gedung baru dengan perabot serba wah. Sesuai pesan bapak, maka Nero sudah datang sebelum pegawai lain hadir. Dia mulai latihan duduk di kursi putar yang empuk, dengan sandaran tinggi. Sejenak dia mengelus-elus pesawat telepon, dia melihat ke luar, eh ada orang berdasi turun dari mobil. Continue reading »
written by matkodak
\\ tags: undang-undang bos;
Feb 24
RIBUAN tamu yang menghadiri pesta pernikahan Jack dan Jacky, sepakat mengomentari bahwa pasangan mempelai sungguh dua anak manusia yang saling mencintai. Jack seorang arsitek yang sukses, sementara Jacky sedang naik daun sebagai ahli hukum. Menjelang bulan kedua perkawinan mereka, Jacky pun merasa tepat waktunya menyampaikan semacam prinsip hidup berumah tangga yang aman secara hukum.
“Darling,” bisiknya, pada suatu malam menjelang tidur. “Aku ingin sekali pernikahakn kita ini langgeng.”
“Hm? Ya, dong, sayang,” sahut Jack yang mulai lelap-lelap ayam. “Bukan sekadar sampai nenek dan kakek, tapi sampai akhir hayat…”
Jacky lalu menjawil Jack untuk bangun. “Kalau begitu, mari kita bicarakan…” Continue reading »
written by matkodak
\\ tags: anugerah, cerai, jodoh, pilihan
Feb 05
SEKAWANAN kerbau sedang leha-leha berendam di lumpur. Ada kubangan kerbau di kota, kok heran? Kan ada kota yang sudah dibikin megah, belakangan ini bersalin rupa jadi “kolam renang terbesar” di dunia. Nah, sejenak genangan itu surut, ya jadilah ada kubangan tempat kerbau berkumpul. Begitu asyik bercengkerama, sampai mereka tidak mendengar ada yang memanggil-manggil dari pinggir kubangan.
Suara itu berasal dari seekor tikus yang sejak tadi bersorak, sembari tertatih-tatih mengitari tepi kubangan. Si tikus akhirnya menemukan megaphone alias alat pembesar suara untuk berteriak. “Hoooi…, kawanan kebo!” serunya. Seekor kerbau yang agak dekat pinggiran, mendengar dan menoleh. “Eh, kamu, Tik…, ada apa teriak pakai pengeras suara segala?”
“Coba dengar, Bo, aku perintahkan kalian segera keluar dari lumpur ini, cepat!” ujar si tikus. Continue reading »
written by matkodak
\\ tags: kubangan; kebo; luluk; sungu