SESUAI pakemnya, penanggalan tahun 20:10 sama persis dengan tahun 20:21, 20:27, 20:38, 20:49, 20:55, 20:66, 20:77, 20:83, 20:94, 21:00. Dan sesuai pakemnya pula, masa depan ditentukan oleh perilaku serta tindak-langkah hari ini, kini — detik ini.
Kalender dinding menggelinding tahun demi tahun, namun manusia sering luput menghayati pengalaman hidup pada tiap tahun yang dijalani. Memang, banyak yang mampu beli komputer berkapasitas memori luar biasa hebat. Tapi lebih banyak yang alpa merawat memori pribadi — menjadikan pengalaman sebagai guru terbaik dalam kehidupan.
Manusia sungguh makhluk pelupa. Bahkan sering lupa harkat dan martabat sebagai manusia, lalu terperosok di lembah kegelapan, sampai meraba-raba masadepan di kartu syirik si tukang nujum.
Hati dan pikiran yang gelap mustahil mengusir kegelapan; hanya cahaya yang mampu menghalaunya. Kebencian mustahil menggebrak kebencian; hanya cinta yang mampu meluluhkannya.
20:10 isyarat waktu … sudah jam delapan lewat sepuluh — malam, doyan lipan alias libur panjang kok masih terus disambung tidur panjang, sih? Bangun, dong!
Semoga Cahaya dan Cinta Ilahiyah senantiasa bersemi menerangi hati dan pikiran serta tindak-langkah kita. Kini — dan selamanya, untuk keluar dari era jahiliyah ini.
> Ed Zoelverdi
January 20th, 2010 at 6:18 pm
maaf pak, mau tanya. dan pasti OOT dari artikel ini.
saya sedang menyusun skripsi tentang fotojurnalistik
dan saya memerlukan buku karya bapak yang “mat kodak : melihat untuk semua” kira kira masih tersedia kah buku tersebut. atau barangkali itu sudah diterbit ulang ya?
]
terimakasih