Profil
ED ZOELVERDI, lahir di Kutaraja (kini Banda Aceh), Aceh, 12 Maret 1943. Kedua orang tuanya berasal dari Kotogadang, Bukittinggi, Sumatera Barat. Pendidikan, SLTA di Jakarta; kursus melukis di Balai Budaya, Jakarta, asuhan alm. pelukis Oesman Effendi dan Nashar, 1959; kursus manajemen Minaut, LPPM Jakarta, 1982; penataran P-4 pola 120 jam di BP-7 Pusat, 1985. Fotografi serta kerja jurnalistik dipelajarinya secara otodidak, termasuk dari berbagai literatur dunia. Status, menikah dengan Farida, 1973.
PENGALAMAN KERJA
Jurnalis, Fotografer, Konsultan Media Publikasi, Kolomnis.
2008, Dosen Tamu pada Universitas Negeri Jakarta untuk matakuliah Fotografi Jurnalistik;
2007-sekarang, Editor Senior Lionmag — the inflight magazine of Lion Air.
2002-sekarang, Dosen Luar Biasa pada FISIP UI untuk matakuliah Jurnalistik (Foto & Tulis);
2002-2007, mengajar di FISIP Universitas Hamka Jakarta, untuk Pendidikan Dasar Jurnalistik Foto; 1991-2001, Instruktur bidang Jurnlistik Foto di Lembaga Pers Dr. Soetomo, Jakarta;
1995-2000, Staf Editor majalah berita mingguan Gatra;
1971-1994, Staf Editor majalah berita mingguan Tempo.
1976-1985 efektif sebagai Editor Foto;
1991, Editor Foto dan perancang buku foto Minangkabau (24 x 34 cm, 240 halaman);
1984, bersama 40 fotografer Asia, Eropa dan Amerika yang disebut Tim Fotografer Dunia, mengerjakan foto untuk buku A Salute to Singapore — esai fotografi memperingati 25 tahun konstitusi Negara Pulau itu;
1971, di majalah Tempo mulanya mengurus rubrik Daerah-Kota-Desa hingga 1975; lalu ditugaskan sebagai Editor Foto, selang-seling memegang rubrik Suka Duka, Pokok & Tokoh, Indonesiana, Perilaku, serta Duniasiana;
1970, ikut dalam proses awal penerbitan majalah berita bergambar Ekspres; Asisten Director of Photography dalam pembuatan film Dunia Belum Kiamat yang disutradarai Nya’Abbas Akup;
Jurukamera dan editor 5 film pendek (16 mm) untuk acara Arus & Lembaran Kehidupan asuhan Dewi Rais Abin di TVRI Jakarta;
1969-1970, memotret acara-acara di Taman Ismail Marzuki untuk dokumentasi Pusat Kesenian & Dewan Kesenian Jakarta;
1967-1971, karikaturis di surat kabar Harian KAMI, lalu mengerjakan lay out, kemudian masuk sebagai wartawan: menulis dan memotret. Juga mengasuh kolom khusus Jangan Dilewatkan dengan nama pena Batara Odin dan Matoari;
1965-1966, mulai bekerja di persurat-kabaran sebagai pembantu lepas untuk gambar pena di harian Duta Revolusi, dan mingguan Abad Muslimin, Jakarta;
1965, mengerjakan desain poster film Liburan Seniman produksi Perfini;
1964, reporter lepas RRI Jakarta untuk acara Kebudayaan asuhan Wiratmo Soekito;
1962-1963, pegawai sekretariat perusahaan pelayaran “Djakarta Lloyd” Jakarta.
PUBLIKASI
2008, sedang menulis buku “Sensasi Fotografi Digitamania” — 11.5 x 18 cm, 200 halaman;
2007, menerbitkan buku “Humor Koruptor”;
2005-sekarang, merevisi buku “Mat Kodak Melihat Untuk Sejuta Mata” terbitan tahun 1985, menjadi Trilogi Jurnalistik Fotografi (Memotret dengan Otak, Mata & Hati, Mat Kodak Melihat Untuk Berjuta Mata, Kita Menulis Dari Foto) — masing-masing sekitar 240 halaman;
Juga buku “Mat Kodak Berselancar di Gelombang Cahaya — kisah lawatan jurnalistik keliling dunia (sudah berupa dummy);
2004, esainya tentang Jurnalistik Foto masuk dalam buku “Horison Esai Indonesia” terbitan majalah sastra “Horison” Jakarta;
2003, Editor buku biografi Rais Abin, Dari Ngarai ke Gurun Sinai;
2001, mengerjakan foto untuk kalender Pertamina tahun 2002;
1998, mengerjakan desain kulit buku kumpulan cerpen Martin Aleida Malam Kelabu, Ilya dan Aku;
1997, desain kulit buku Harun Zain Tokoh Berhati Rakyat; Konsultan Kreatif folder wisata Minangkabau, Maluku, Bengkulu, Lombok & Sumbawa, terbitan Dep. PU dan Pemda setempat;
1996, editor buku Siapa Mengapa Sejumlah Orang Minang, terbitan BK3AM DKI Jakarta;
Menulis lepas di majalah Matra mengenai pengalaman perjalanan, dan menulis cerita satir di majalah Humor.
1993, perancang dan editor buku esai foto Minangkabau;
1989, editor untuk buku kumpulan Foto Jurnalistik Indonesia, karya peserta lomba;
1985, menulis buku Mat Kodak Melihat Untuk Sejuta Mata, tentang jurnalistik fotografi, diterbitkan Pustaka Grafiti;
Mengerjakan desain kulit buku Herlina Pending Emas;
Sejak tahun 1970, menulis artikel fotografi di berbagai koran dan majalah terbitan Jakarta.
CERAMAH
Sejak 1971 tampil di berbagai forum penataran atau lokakarya jurnalistik foto, yang diselenggarakan sejumlah perguruan tinggi, seperti Ul, Trisakti, Universitas Nasional, Universitas Muhammadiyah, IKIP Jakarta, IPB, ITB, Universitas Padjadjaran, Universitas Andalas, serta pelbagai lembaga swasta dan pemerintah, di Jakarta dan di daerah.
1991-1998, mengadakan penataran jurnalistik foto di berbagai kota (Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi), kerjasama PWI Pusat dengan Departemen Penerangan.
PENJURIAN
Juga sejak 1971, terlibat dalam penjurian aneka lomba foto di dalam negeri serta mancanegara.
Misalnya, di Jepang tahun 1979, anggota juri kontes foto se Asia yang diselenggarakan Asia Cultural Center for Unesco (ACCU), Tokyo;
1985, di Hongkong, anggota juri lomba foto yang diadakan majalah Asiaweek;
1986-1991, anggota juri Festival Film Indonesia untuk bidang poster;
1991, di Jenewa, Swiss, anggota juri Lomba Internasional Foto dan Gambar Remaja di Abad Elektronika VI, diselenggarakan Perhimpunan Telekomunikasi Internasional;
1993, juri Lomba Foto di Duri, Riau, diselenggarakan Caltex Camera Club;
1995, perancang dan ketua dewan juri lomba foto untuk Festival Istiqlal di Jakarta;
Ketua Dewan Juri Lomba Foto 50 Tahun RI, diselenggarakan Hailai Executive International Club;
Juri Lomba Foto Iptek, diselenggarakan BPPT Jakarta;
1998, juri bidang foto Anugerah Jurnalistik MH Thamrin PWI Jaya;
Juri Penilaian Karya Jurnalistik Wartawan Suara Pembaruan, Jakarta;
Juri Lomba Foto Pariwisata, diselenggarakan Deparpostel;
2000, juri Lomba Foto Hitam Putih, diselenggarakan Yayasan Sains Estetika & Teknologi, Jakarta;
2001-2007, anggota juri Pertamina Press Awards — lomba tahunan penulisan dan fotoberita dunia minyak yang diadakan Pertamina;
2002, ketua dewan juri Lomba Jurnalistik Foto, diselenggarakan Press Foundation of Indonesia, Jakarta. 2008, Maret — juri lomba foto pada acara Lomba Ilmiah Mahasiswa Sosial Politik UI; April — juri lomba foto pada acara Tribute to Forest Green Contest, diselenggarakan BEM FISIP-UI; Desember — juri lomba fotoberita BSD City Award 2008, diselenggarakan Panitia BSD City Award, Corporate Communications PT Bumi Serpong Damai.
LOMBA FOTO
1992, merancang lomba foto pers untuk disertakan dalam pameran World Press Photo di Jakarta;
1990, merancang lomba foto untuk Taman Safari Indonesia;
1989, merancang lomba jurnalistik foto PWI tingkat nasional;
1986-1987, merancang lomba dan ditunjuk sebagai ketua juri Lomba Foto Lalu-Iintas, yang diadakan Direktorat Lalu-lintas Polda Metro Jaya.
PAMERAN
1990-1992, panitia pameran koleksi World Press Photo di Erasmus Huis, Jakarta;
1988, pimpinan proyek pameran foto panitia pameran KIAS (Kebudayaan Indonesia di Amerika Serikat 90-91);
1986, merancang pameran foto jurnalistik untuk ulang tahun majalah Tempo.
PERJALANAN
Seantero wilayah Indonesia.
Di Asia: ke Jepang, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, Kamboja, Hong Kong, Macau, Pulau Christmas.
Di Eropa: Holland, Belgium, Austria, Jerman, Inggris, Prancis, Switzerland, dan Swedia. Pernah ke Mauritius di tenggara Afrika.
Tahun 1993 ke Amerika Serikat dan keliling Negara ASEAN.
Tahun 1996, ke Russia — Moskow dan St Petersburg;
1997, ke Kairo, Mesir.
1988, menunaikan ibadah haji di Mekkah, Arab Saudi.
ORGANISASI
2003-2008, Ketua Departemen Jurnalistik Foto PWI Pusat;
2002-2003, Direktur Program Jurnalistik Foto PWI Pusat;
1989-1998, Ketua Kelompok Kerja PWI Pusat Bidang Jurnalistik Foto;
1990-1992, anggota pengurus Lembaga Gebu Minang;
Sejak 1967, anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Jakarta.
PENGHARGAAN
1987, menerima Adam Malik Award (Anugerah Adam Malik) untuk pengabdian di bidang fotografi.
1991, masuk buku Who’s Who in Australasia & Far East, IBC Cambridge, Inggris;
1988, masuk buku 235 Tokoh Bicara tentang Buku, terbitan Yayasan Data Group, Bandung;
1986, masuk buku Apa Siapa Sejumlah Orang Indonesia, Pustaka Grafiti, Jakarta;
1986, masuk Ensiklopedia Indonesia, PT Ichtiar Baru - van Hoeve, Jakarta;
1981, masuk buku A Who’s Who for Asian Cultural Center for Unesco (ACCU), Tokyo.
HOBI
Menikmati musik, mengobrol dan mengoleksi cerita jenaka.
ALAMAT
Jalan Mirah Delima IV/14, Sumur Batu RT 04-4, Jakarta 10660.
Tel (021) 424.4025 Fax 422.3226.
e-MAIL: matkodak@edzoelverdi.com; indosati@yahoo.co.uk
May 26th, 2008 at 10:07 am
Bung kok buku Minangkabau tak dimasukan hasil karya anda. Dan jangan lupa anda juga pernah kasi lecture seminggu di humas Sucofindo
June 7th, 2008 at 8:44 am
wow,
profile yg keren abis,
salam kanal dr Malang
June 8th, 2008 at 4:26 pm
Taragak batamu Da ai … Salam dari Banjarbaru (Kalsel).
June 18th, 2008 at 12:23 pm
Salam.
Datuk, terima kasih atas undangan anda. Saya senang melihat anda sudah punya website, punya warung segala. Saya ingat waktu baru kembali dari Inggeris, tahun 1982, saya membawa komputer kecil dan menertawakan saya. Sekarang, anda sudah jauh lebih maju dalam IT. Saya punya blog aja belum apa lagi website. He he he he. Semoga dagangan warung anda sukses.
Salam,
Abdullah Alamudi
July 16th, 2008 at 7:19 am
Wah Babe dah punya blog rupanya. Hebat! dan ga gaptek dong? Kapan ngopi di Bidakara lagi Beh?
ditunggu kabarnya yah….
Salam.
August 4th, 2008 at 8:17 am
Pak Ed, agustin dah mampir nih. kapan kita ngopi-ngopi bareng di Sabang?
kalo di telp selalu pas lagi maen di seberang. tapi ga tau seberang mana..heheh
October 15th, 2008 at 5:33 am
bang ed! saya mahasiswa ui yang beruntung dapet buku koruptor gratis.
mau dah jadi penulis serba bisa kaya di cv yang diatas. jadi setiap orang harus punya spesialisasi ya bang…
November 2nd, 2008 at 5:43 am
waaaah kereen bgd pak pengalamannya……
ini aku mahasiswa public relations UNJ yang bapak bilang kembar itu pa, terus yang bapak bikinin foto anak kembar di dusun kembarr..
inget ga pak,,
oia makasiii yahhh pak buku humor koruptornya…
hehehee lucu bangettt..
sampai ketemu dikampus yah pak..
November 18th, 2008 at 2:33 pm
Assalamu alaikum Pak Dosen
Pak Ed, saya salah satu mahasiswa anda di LPDS angkatan V Tahun 2008. Terima kasih banyak atas buku “Humor Koruptor”; yang bapak berikan secara cuma-cuma kepada saya pada perkuliahan perdana Jumat (14/11) lalu.
He he he, setelah mendapatkan buku secara gratis, boleh tidak saya minta ilmu fotografi dari bapak????
Dan, jika revisi buku “Mat Kodak Melihat Untuk Sejuta Mata” terbitan tahun 1985, menjadi Trilogi Jurnalistik Fotografi (Memotret dengan Otak, Mata & Hati, Mat Kodak Melihat Untuk Berjuta Mata, Kita Menulis Dari Foto) rampung, bagaimana saya bisa memperolehnya pak???
Wassalam Bapak Dosenku Terhormat
Dari Siswamu yang tinggal di Medan
November 24th, 2008 at 10:44 am
wow . ini personal website pak ed yah ?

oia . saia mahasiswa bapak u/ mata kuliah photography design jurusan public relations dari unj pak .
well , experiencenya banyak juga pak . salut dahh .
layout websitenya juga keren pak .
hehehe
December 17th, 2008 at 4:44 pm
Assalamuaalaikum Pak…
masih kenal ngga sama saya?
mahasiswa bapak di UHAMKA
salam fotografi pak…
kapan bisa ngobrol lagi masalah foto dan
masa depan Indonesia..
hehehehehe…
December 25th, 2008 at 10:02 am
Apo kaba bang? Mantap website-nyo
Ambo sadang marancang Batam Media Consultant dan berharap Abang masuk sebagai tenaga ahli bidang fotografi, setuju bang?
– Kaba elok, bung. Taro mananti kaba lanjuik, tarimo kasi labiah dulu mambao kito sato sakaki di “lapau” angku tu * Ed.…
January 4th, 2009 at 2:16 pm
Pak Zoel…
Kapan buku yang mat kodak terbitnya…mohon kalau udah terbik kita dikabari…
Sallam…
Dodo Hawe, dari Harian Surya Surabaya
– Oke, Bung, anda termasuk orang pertama yang bakal saya kabari, terima kasih. Selamat bertugas, dan sukses! * Ed
January 23rd, 2009 at 4:44 pm
Pak Ed..saya bangga bgt bapak jadi dosen saya..
– Trims, Tasya, how’s life? Udah ada momongan? Salam untuk keluarga — juga titip salam buat Opa Piet. * Ed
February 18th, 2009 at 10:31 am
Ed “Mat Kodak” Zulverdi, lapeh taragak basobok jo http://edzoelverdi.com/ ko sacaro kabatulan. Moga sehat dan sukses salalu, dan salam buat semua. Bara cucu kini tu.
Oo biay, alah sanjo lo ari,
Taro sakitu sajo dulu.
Wassalam
Buya HMA
Masoed Abidin ZA Jabbar di Facebook
– ondeh, Buya… lamo bana kito ndak basuo dek dunia sabana laweh… tapi kini jadi sagadang lapek dek kapandaian si yahudi…. kaji Buya sabana kamek tu, jadi ilustrasi kodakno tantu elok juo disegehi sangenek… itu kito kirim via email, tarimo kasi Buya sampat juo singgah di “lapau” kito ko, salam buat anak mintuo saisi rumah.
Selamat berjuang, dan sukses! Wassalam * Ed.
March 3rd, 2009 at 2:19 am
waaah… ini dia dosen terfavorit komunikasi massa fisip UI…
–..waaahahaha.. Cempaka bisa juga ngebanyol, yak… emangnya kite menu restoran… eh.. jadi dong kenalan sama Batara Kala … * Ed
March 14th, 2009 at 9:59 am
Ahaa…, akhirnya bisa juga nulis surat buat Bang Ed. Bayangkan saja, orang yang semenjak tahun 70-an saya amati, anak Kotogadang lahir di Aceh, yg punya kontribusi melahirkan TEMPO, kemudian karena ada ‘konflik intern’ langsung hengkang (ditendang?) dari komunitas MBM yang (dulu) enak dibaca dan perlu itu.
Ahaa.., bayangkan Bang Ed. Kita yang sama-sama ‘anak Agam’ tapi dibesarkan di pernatauan, tidak begitu dekat secara pribadi (face to face) tapi…, saya merasakan selalu dekat dengan Mat Kodak (TEMPO) ini.
Ahaa…, karena saya sangat sering berpergian (dinas) dan acap kali naik Lion Air ketimbang GA, menjadi akrab (kembali) dengan Ed Zoelverdi. Coba bayangkan, semenjak di TEMPO (era 70an s/d 90-an) saya selalu ‘mengikuti & menikmati’ hasil karya Bang Ed via MBM yang dilahirkan dan dibesarkan dari Proyek Senen tsb. Melalui “killing time” membaca LionMag selama dalam pesawat Lion inilah saya menjadi ingat sama Ed Zoelverdi.
Padahal, seingat saya, terakhir kita bertemu face to face adalah ketika Bang Ed jadi instruktur materi “Mat Kodak & Seninya” dalam Pelatihan Jurnalistik Pers yang saya ikuti (sebagai refreshing) di Dewan Pers/ JMC, Jl. Budi Kemuliaan Jakarta Pusat (Mei 2003).
Bayangkan itu Bang Ed. Sementara Anda sibuk merajut hari-hari melalui dunia fotografi yang dikombinasikan dengan tulisan-tulisan nylekit (cimeeh;- istilah Ali Akbar Navis, alm), maka saya juga sibuk di dunia migas, khususnya mengontrol kebocoran bisnis jasa angkutan laut dengan semangat yang menggelegak!
Mudah-2an melalui e-mail ini, bisa mempertemukan kita (entah kapan waktunya) untuk menjadikan hidup nan fana ini semakin berarti bagi generasi penerus “Black or White (No Grey Area!!!)” yang akan menjabarkan tulisan-tulisan yang pernha kita publikasikan via media massa (pra era TI/ internet seperti sekarang ini).
Salam…. buat Uni dan kemanakan-2 saya di rumah.
mm***
March 14th, 2009 at 10:08 am
Karena Bang Ed lebih piawai dari kami dalam soal membuat foto bicara, tolong untuk kesempatan mendatang dituangkan via LionMag indahnya Ngalau Kamang di Bukittinggi yang SANGAT TERLUPAKAN PROMOSINYA BAGI DUNIA PARIWISATA republik ini.
Padahal, kalau Bang Ed bisa masuk ke dalam Ngalau yang terletak di Tilatang Kamang (16 KM dari Jam Gadang, Bukittinggi), wualahh luar biasa indah dan seremnya. Stagnit dan batu kapur yang dibentuk oleh alam Agam tersebut, bisa (’kale…) mengalahkan gua suku Inka di AmrikSel. He heee….
OK. Selamat berpetualang ke Ngarai Kamang, dan dalam LIonMag edisi mendatang kami (penumpang Lion Air) sudah bisa menikmati foto-foto hasil ‘gempuran’ Ed Zoelverdi.
Salam……………………….,
mm***
– Alhamdulillah.. terimakasih, Bung, bola dunia kini lah sagadang lapek dek kapandaian si yahudi…., alun sampat copy-darat bisa basobok di lapau maya… Kito panah masuak di ngalau tu, tapi 10 tahun lampau, memang hebat! Nantilah kita atur waktu lagi bisa ka Bukittinggi, bulan-bulan ini agak terikat di Jakarta….
Kapan ada waktu luang boleh juga kita maota di lapau jalan Sabang…. kepingin juga kita dengar carito tantang minyak, misal, baa mangko buah jarak indak juo dijadikan bahan alternatif… dan sebagainya…
Salam untuak anak mintuo saisi rumah, selamat berjuang… dan sukses! * Ed
March 21st, 2009 at 12:31 am
Assalamu’alaikum pak Ed !!
saya doakan semoga bapak dalam keadaan sehat dan selalu dalam lingungan Allah, Amin.
sampainya saya di blog bapak ini, ketika saya mencari foto buya Hamka di google foto, muncullah foto buya Hamka th1974 . Foto yang sangat bagus, benar-benar menjelaskan pribadi buya Hamka tanpa banyak kata. Bagi saya itu foto buya Hamka yang paling bagus yang pernah saya lihat. Saya jadi penasaran akan sejarah dari foto itu, kalaulah tidak merepotkan tolong ceritakan pak Ed, asal muasal foto tsb.
Minta izin pak ya!! ambil fotonya buya Hamka untuk dikasih ke teman-teman.
Wassalam!!
– wa’alaikumussalam, bung, silakan ambil foto Buya itu, asal tetap dipelihara aslinya ada tanda tangan beliau di situ. Itu foto saya buat di rumah beliau di Kebayoran. Pada tahun 1970an saya agak sering bertamu ke sana, juga karena dibawa sahabat saya (Fakhri Amrullah) - anak Buya.
– Ketika memotret beliau hari itu, saya minta Buya berdiri di teras … dan sedikit bergurau saya bilang: “Ini kalau di studio perlu banyak lampu sorot, Buya. Tapi di sini kita pakai cahaya dari Tuhan saja…” Ucapan aslinya ya dalam Bahasa Minang, tentu saja. Buya Hamka tertawa, dan momen dari wajah yang bersih itupun kini menjadi abadi …
– Foto lain Buya Hamka yang saya buat ada yang dipajang di ruang rapat dosen Universitas Muhammadiyah Prof Hamka, Jalan Limau, Kebayoran Baru. Tapi itu tampaknya barang reproan dari koleksi keluarga…
– Segitu dulu, bung… terimakasih buat silaturahmi ini, dengan doa yang sama buat anda, dan selalu sukses! * Ed
March 22nd, 2009 at 11:03 am
Subhanallah!!!
Terima kasih Pak Ed, untuk foto dan kisahnya!!
June 21st, 2009 at 7:15 am
assalamualaikum…
Salam kenal pak Ed Zoelverdi (^_^)
Saya Betania, mahasiswa komunikasi UI 2008..
Semester 3 ini saya akan pilih jurusan jurnalistik..
Mohon bantuannya ya pak,, saya tertarik untuk jadi jurnalis^^
Silakan mampir ke blog saya, pak^^
http://pelangiituaku.wordrpress.com
saya juga udah link situs bpk..makasiih^^
— ‘alaikumussalam, terimakasih, Nia, segera saya mampir di blog anda, selamat ! * Ed
December 3rd, 2009 at 3:39 pm
I’d love to read more about this
December 19th, 2009 at 3:15 am
halo pa ed bangga juga nich punya dosen seperti bapa, saya mahasiswa jurfot UI ext , boleh dong saya dapet bukunya juga.
>> .. trims, Sulis…, kalau buku yang lagi direvisi sudah dicetak tentu saja ente kebagian… sukses, ya! * Ed
December 21st, 2009 at 5:42 pm
Apa kabar Ustadz……., mdh2an sehat2. Ane nyang dulu tinggal di gang sebelah (anyelir tuju) kalo dari rumah antum belok kanan lewati rumah Haji Sanwani (almarhum) nyang dulu punye mubil Holden Special keluaran taon 61, masuk gang tuju rumah kedua dari pojokan. Salam.
>> Buyung …., pasti kita kagak lupa ame ente…, gini ari nanyain kabar, yah mau pilih kabar mana.. ada kabar angin, ada kabar burung… dan lagi rame sliweran seabrek kabar bohong… sampai ketemu…, salam buat anak mertua seisi rumah, tetap sejahtera dan sukses! * Ed