Nov 23

HARI berganti hari, minggu berbilang minggu, sampai lewat tiga bulan Mat Gawat raib bagai ditelan bumi. Pekan lampau, sempat mencogok secuil sms dari dia. “Aku telanjur jadi penggemar lipan, eh.. keterusan.. sekarang lagi kos di rumah sakit.” Wah!

Baru kali ini sepanjang umurnya Mat Gawat mau berurusan dengan dokter, dan masuk rumah sakit pula. Kita pun buru-buru menjenguknya. Gawat, tentunya. Pas kita datang, dia sedang bercengkerama dengan cucunya di teras kamar perawatan.

“Eh, Mat, ente keracunan lipan, ya?” saya bertanya. “Nggak pernah kejadian ente sampai jadi urusan dokter kayak gini…”

Mat Gawat terbahak. “Ah, sorry, Bung. Aku lupa kau nggak doyan akronim. Lipan itu  singkatan libur panjang, ha..ha..ha..” Continue reading »

written by matkodak \\ tags:

Jun 13

TIGA nako atawa narapidana korupsi sedang menjalani hukuman di bui. Suatu sore yang senggang, di tengah obrolan yang sering tidak berkeruncingan alias tak tentu arah, tiba-tiba Koruptor I berseru: “Hayo, sekarang kita taruhan soal ingatan.” Usianya sekitar 50-an tahun.

“Judi model apa lagi tuh?” tanya Koruptor II yang berumur 60-an.

Continue reading »

written by matkodak

Feb 27

NERO, nama anak muda itu, sah sudah menduduki kursi bos di perusahaan pemberian bapak mertuanya. Tadinya dia enggan menerima tugas itu, karena kawan-kawannya pernah mengolok-olok: “Wah, Ne, kamu pendukung nepotisme, dong…” Dan guyonan itu sempat disebutnya kepada sang mertua. Tentu saja orang tua itu melotot.

“Hei, anak muda! Percuma aku ongkosi kamu studi jauh-jauh ke seberang. Coba buka lagi itu kamus,” ujar mertuanya. “Nepotisme memang seperti yang kejadian pada kamu. Dapat kerja karena dikasi mertua sendiri, di mana letak dosanya? Aku jamin ini usaha legal dan halal. Sudah, nggak perlu kamu dengar itu orang-orang usil.”

Ceritanya, Nero pun mulai berkantor di sebuah gedung baru dengan perabot serba wah. Sesuai pesan bapak, maka Nero sudah datang sebelum pegawai lain hadir. Dia mulai latihan duduk di kursi putar yang empuk, dengan sandaran tinggi. Sejenak dia mengelus-elus pesawat telepon, dia melihat ke luar, eh ada orang berdasi turun dari mobil. Continue reading »

written by matkodak \\ tags:

Feb 05

SEKAWANAN kerbau sedang leha-leha berendam di lumpur. Ada kubangan kerbau di kota, kok heran? Kan ada kota yang sudah dibikin megah, belakangan ini bersalin rupa jadi “kolam renang terbesar” di dunia. Nah, sejenak genangan itu surut, ya jadilah ada kubangan tempat kerbau berkumpul. Begitu asyik bercengkerama, sampai mereka tidak mendengar ada yang memanggil-manggil dari pinggir kubangan.

Suara itu berasal dari seekor tikus yang sejak tadi bersorak, sembari tertatih-tatih mengitari tepi kubangan. Si tikus akhirnya menemukan megaphone alias alat pembesar suara untuk berteriak. “Hoooi…, kawanan kebo!” serunya. Seekor kerbau yang agak dekat pinggiran, mendengar dan menoleh. “Eh, kamu, Tik…, ada apa teriak pakai pengeras suara segala?”

“Coba dengar, Bo, aku perintahkan kalian segera keluar dari lumpur ini, cepat!” ujar si tikus. Continue reading »

written by matkodak \\ tags:

Jan 14

TUAN Hakim frustrasi berat — dan lumayan stres — belakangan ini, katanya, bukan lantaran harus pensiun. Tapi gara-gara kejadian kurang sedap yang dialaminya justru menjelang hari-hari terakhir dalam karirnya. Coba saja simak. 
 
Ketika menyidangkan seorang koruptor, Tuan Hakim sampai berkali-kali menegur terdakwa: “Saudara terdakwa tahu hukumannya kalau berbohong?”

Sekian kali sebelumnya ditegur, terdakwa cuma membisu. Tapi sekali ini si koruptor manjawab: “Tahu dan paham sekali, Tuan Hakim. Hukuman bohong kan lebih ringan daripada hukuman untuk koruptor.”

Dapat jawaban itu, Tuan Hakim melotot lalu berkata: “Baikkah, kalau begitu saudara divonis tambahan, selain untuk kasus korupsi juga untuk bohongnya.” Continue reading »

written by matkodak \\ tags:

Nov 12

AMANDA tengah sibuk bikin skripsi. Mungkin sedang macet atau memang lagi sepet bin mumet, dia lalu buka e-mailnya — dan terkesiap. Bagai orang baru siuman dari pingsan alias koma yang panjang, Amanda pun memulung sebuah e-mail lalu meneruskan kepada kawan-kawannya. Judulnya: “Ternyata kita sudah dibohongi sejak bayi…”

Bohong, kebohongan atau pembohongan dalam perilaku sehari-hari, boleh dibilang jenis penyakit yang celakanya ditularkan secara turun-temurun. Ini contoh kecil awal kebohongan yang dijejalkan bagai menu harian pada anak — bahkan semenjak masih bayi. Ingat, lagu “Nina bobo … oh nina bobo… kalau tidak bobo digigit nyamuk…”

Continue reading »

written by matkodak \\ tags:

Sep 10

AYAM merokok, boleh jadi banyak yang belum tahu. Atau bahkan jangan-jangan anda pun belum tahu bahwa ayam juga punya kepala. Ini pernah kejadian di Amerika. Gara-gara tahunya cuma ayam yang sudah dipajang di lemari pendingin super-market, anak-anak lalu dibawa ke peternakan ayam. Nah, manusia juga merokok — mirip dengan ayam, mulanya untuk menghangatkan tubuh, eh ….. lama-lama kecanduan.

Empat Manfaat Rokok
ROKOK bermanfaat? Jangan sewot dulu, dong. Apa lagi cari-cari gawe mau bikin larangan merokok. Kalau memang mau dunia ini bersih dari asap rokok, jangan cuma melarang orang merokok. Tapi langsung saja tutup semua pabrik rokok. Berani? Dijamin tak ada yang bernyali membubarkan ya pabrik rokok, ya pabrik minuman beralkohol. Continue reading »

written by matkodak \\ tags:

Jun 06

KEBAKARAN hutan, lagi-lagi dan lagi. Meski terbilang rutin, ya tetap saja menimbulkan heboh lantaran banyak negeri jiran jadi repot. Dan sewot. Lalu sebuah kantor berita mengirim fotografer untuk memotret kebakaran itu. Tiba di lokasi, sang Mat Kodak kalang-kabut. Dia segera kontak bosnya di kantor.

“Wuih…, asap melulu, bos. Nggak ada bagusnya cuma difoto dari bawah. Tolong sewakan pesawat terbang, dong.” Continue reading »

written by matkodak \\ tags: