NASIB menggelindingkannya masuk orbit penguasa. Don Silupahutang pun doyan memamah-biak istilah globalisasi. “Ini adalah arus besar dunia, sudara-sudara… Tak mungkin kita hindari,” katanya di berbagai forum publik.
Tiap kali mendengar pidato “agen globalisasi” ini, orang pun bagai kena sihir. Daya pikir masyarakat begitu tumpul, boleh jadi lantaran keracunan makanan yang sarat bahan kimia pengawet atau bumbu-penyedap sintetis. Atau memang malas berpikir, sehingga lupa “ajaran alam” soal ikut arus atau terbawa arus. Coba berdiri di tepi sungai. Benda apa yang begitu mudahnya hanyut dibawa arus? Kalau bukan busah limbah, ya kotoran manusia.
Mustahil mengelak dari arus globalisasi, kata Don lagi, seraya mengunyah teori bahwa manusia dipengaruhi lingkungan. “Apa lagi kini bola dunia tinggal sekepal. Jadi, ikut arus globalisasi adalah sebuah keniscayaan,” dia bilang.
Don berupaya keras jualan gelembung sabun. Sukses juga dia bikin orang banyak lupa “ajaran alam” soal pengaruh lingkungan.