Jul 23

Memicingkan mata sebelah ketika memotret, bukan hanya soal terbiasa menyontek. Tapi lebih mendasar adalah terperangkap pada kebiasaan main kira-kira alias sangka-menyangka. Padahal satu di antara pegangan penting untuk bergaul akrab dengan fotografi adalah kita harus membebaskan diri dari “budaya prasangka”.

SERING kita lihat orang memotret dengan mata terpicing sebelah. Kok begitu, sih? Mereka yang bergaul dengan fotografi — baik pemula maupun kawakan, ada yang menganggap pertanyaan itu serius. Ada pula yang cuma mengira banyolan.

“Mata merem sebelah, kan biar lebih fokus waktu mengintip di kamera. Lebih kurang kayak orang menembak,” kata seorang Mat Kodak. Ini jawaban serius, tentu saja.

“Kalau dipicingkan dua-duanya, kita nggak bisa melihat dong,” komentar fotografer yang lain, sembari terbahak. Ini jawaban kelakar, memang.

Continue reading »

written by matkodak \\ tags: